Sabtu, 15 September 2018

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah                                   : SMP  
Mata Pelajaran                        : Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan           
Kelas/Semester                       : VII/satu        
Materi Pokok  : Sikap Toleran terhadap Keberagaman suku, agama, ras,  
                                                  budaya dan gender
Alokasi Waktu                        : 1 x pertemuan ( 1 x 20 menit)

A.      KOMPETENSI INTI:
1.  Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
2.  Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
3.  Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
4.  Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

B.       KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR
Kompetensi Dasar
Indikator
2.3.Menghargai sikap toleran terhadap keberagaman suku, agama, ras, budaya dan gender








2.3.1 Siswa kelas VII mampu menjelaskan pengertian sikap toleran terhadap keberagaman suku, ras, budaya dan gender (C2)

2.3.2 Siswa kelas VII mampu membiasakan diri dalam menanamkan sikap toleransi antar suku, agama, ras, budaya dan gender (A5)

2.3.3 Siswa kelas VII mampu menerapkan sikap toleransi dengan teman dan orang lain berdasarkan prinsip saling menghormati dan menghargai dalam keberagaman suku, agama, ras, budaya dan gender (P2)

C.      Tujuan Pembelajaran
1.         Melalui model pembelajaran Discovery Learning, siswa dapat saling bekerja sama menyelesaikan masalah dalam bersikap toleran terhadap gambaran keberagaman suku, agama, ras, budaya, dan jenis kelamin dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.
2.         Melalui melihat video, peserta didik dapat menjelaskan keberagaman suku, agama, ras, budaya, dan gender.
3.        Tanpa membuka buku, dengan sikap penuh kemandirian siswa mampu mendeskripsikan pengertian dan makna keberagaman suku, agama, ras, budaya, dan jenis kelamin dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika dengan menggunakan bahasa mereka sendiri.

D.      Materi Pembelajaran
Sikap Toleran terhadap Keberagaman suku, agama, ras, budaya dan gender:
1.        Pengertian sikap toleransi
2.        Deskripsi keberagaman Keberagaman suku, agama, ras, budaya dan gender
3.        Faktor penyebab keberagaman bangsa Indonesia.
4.        Sikap-sikap toleran dalam keberagaman suku, agama, ras, budaya dan gender.


Sikap Toleran terhadap Keberagaman
Perilaku toleran terhadap kehidupan Beragama
Perilaku toleran terhadap keberagaman suku dan ras
Perilaku toleran terhadap kehidupan sosial, budaya dan gender
Pengertian Sikap Toleran
 
















Pengembangan Materi Ajar

1.    Pengertian toleransi
Sikap toleran atau toleransi berarti menahan diri, bersikap sabar, membiarkan orang berpendapat lain, dan berhati lapang terhadap orang-orang yang mempunyai pendapat lain.

2.    Perilaku toleran terhadap kehidupan beragama
Semua orang di Indonesia tentu menyakini salah satu agama atau kepercayaan yang ada di Indonesia. Pemerintah Indonesia mengakui enam agama yang ada di Indonesia. Agama tersebut adalah Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu. Bukankah kalian sejak kecil sudah meyakini dan melaksanakan ajaran agama yang kalian anut.
Negara menjamin warga negaranya untuk menganut dan mengamalkan ajaran agamanya masing-masing. Jaminan negara terhadap warga negara untuk memeluk dan beribadah diatur dalam UUD 1945 Pasal 29 ayat (2). Bunyi lengkap Pasal 29 ayat (2) adalah “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu”.
Dalam kehidupan berbangsa, seperti kita ketahui keberagaman dalam agama itu benar-benar terjadi. Agama tidak mengajarkan untuk memaksakan keyakinan kita kepada orang lain. Oleh karena itu, bentuk perilaku kehidupan dalam keberagaman agama di antaranya diwujudkan dalam bentuk:
§  menghormati agama yang diyakini oleh orang lain;
§  tidak memaksakan keyakinan agama kita kepada orang yang berbeda agama;
§  bersikap toleran terhadap keyakinan dan ibadah yang dilaksanakan oleh yang memiliki keyakinan dan agama yang berbeda
§  melaksanakan ajaran agama dengan baik; serta
§  tidak memandang rendah dan tidak menyalahkan agama yang berbeda dan dianut oleh orang lain.
Perilaku baik dalam kehidupan beragama tersebut sebaiknya kita laksanakan, baik dikeluarganya, sekolah, masyarakat maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
2.    Perilaku Toleran terhadap Keberagaman Suku dan Ras di Indonesia
Perbedaan suku dan ras antara manusia yang satu dengan manusia yang lain hendaknya tidak menjadi kendala dalam membangun persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia maupun dalam pergaulan dunia. Kita harus menghormati harkat dan martabat manusia yang lain. Marilah kita mengembangkan semangat persaudaraan dengan sesama manusia dengan menjunjung nilai-nilai kemanusiaan.
Suku bangsa di Indonesia
Perbedaan kita dengan orang lain tidak berarti bahwa orang lain lebih baik dari kita atau kita lebih baik dari orang lain. Baik dan buruknya penilaian orang lain kepada kita bukan karena warna, rupa, dan bentuk, melainkan karena baik dan buruknya kita dalam berperilaku. Oleh karena itu, sebaiknya kita berperilaku baik kepada semua orang tanpa memandang berbagai perbedaan tersebut.
3.    Perilaku Toleran terhadap Keberagaman Sosial Budaya
            Kehidupan sosial dan keberagaman kebudayaan yang dimiliki bangsa Indonesia tentu menjadi kekayaan bangsa Indonesia. Kita tentu harus bersemangat untuk memelihara dan menjaga kebudayaan bangsa Indonesia. Siapa lagi yang akan mempertahankan budaya bangsa jika bukan kita sendiri. Bagi seorang pelajar perilaku dan semangat kebangsaan dalam mempertahankan keberagaman budaya bangsa di antaranya dapat dilaksanakan dengan:
§  mengetahui keanekaragaman budaya yang dimiliki bangsa Indonesia.
§  mempelajari dan menguasai salah satu seni budaya sesuai dengan minat dan kesenangannya;
§  merasa bangga terhadap budaya bangsa sendiri; dan
§  menyaring budaya asing yang masuk ke dalam bangsa Indonesia.

4.    Kesadaran Gender
Tuhan menciptakan manusia dalam dua jenis, yaitu laki-laki dan perempuan. Laki-laki dan perempuan pada dasarnya sama. Hubungan sosial antara laki-laki dan perempuan itulah yang dinamakan dengan jenis kelamin. Jadi, jenis kelamin merujuk pada hubungan antara laki-laki dan perempuan, anak laki-laki dan anak perempuan, dan bagaimana hubungan tersebut dilihat berdasarkan sifat kodrat.
Pengertian gender tidak didasarkan pada sifat kodrat manusia. Gender adalah konsep hubungan sosial yang membedakan kedudukan, fungsi, dan peran antara laki-laki dan perempuan dalam masyarakat. Kesadaran gender bararti meletakan kedudukan, fungsi, dan peran antara laki-laki dan perempuan dalam masyarakat secara sejajar. Misalnya dalam keluarga, maka setiap anggota keluarga bertanggung jawab atas kebersihan dan kerapian rumah tempat tinggalnya. Anak laki-laki atau anak perempuan, keduanya bisa menjaga kebersihan dan kerapian rumah tempat tinggalnya. Di sekolah, laki-laki atau perempuan sama-sama dapat menjadi guru. Dalam masyarakat, baik laki-laki maupun perempuan dapat mengambil peran yang berguna bagi sesama manusia lainnya.

E.       Pendekatan/Model/Metode Pembelajaran
Pendekatan   
:
Student Center Learning
Model
:
Discovery Learning
Metode
:
Ceramah, Diskusi, Analisis dan Tanya jawab



F.       Media Pembelajaran
v  Media
1.        Gambar dan Video tentang “Keberagaman bangsa indonesia”
2.        Power Point tentang “Materi Toleransi terhadap Keberagaman Indonesia”
v   Alat dan Bahan
1.        LCD
2.        Papan Tulis
3.        Spidol
4.        Laptop

G.      Sumber belajar
Buku Paket Pendidikan Pancasila  dan Kewarganegaraan Siswa SMP/MTS Kelas VII, Kemendikbud tahun 2016
a.         Pengarang     : Lukman Surya Saputra, Aa Nurdiman dan Salikun
b.        Tahun            : 2016
c.         Judul Buku    : Pendidikan Pancasila  dan Kewarganegaraan Siswa
                         SMP/MTS Kelas VII
d.        Kota Penerbit : Jakarta
e.         Penerbit          : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
f.         Halaman         : 110-129.

1.        Langkah-langkah pembelajaran
No.
Kegiatan
Deskripsi Kegiatan
Alokasi Waktu
Metode
Media
1.
Pendahuluan
1.      Kegiatan rutin
 a.        Guru mengucapkan salam kepada siswa.
b.        Mengajak siswa untuk memulai pelajaran dengan berdoa sesuai agama dan keyakinan masing-masing.
 c.        Mengecek kebersihan kelas dan kerapian siswa.
2.      Apersepsi
      Menyiapkan siswa
       (melakukan tanya jawab  
       terkait dengan materi
       yang akan dipelajari dan disajikan berupa gambar)
3.      Memberikan informasi tentang kompetensi yang akan dicapai
4.      Memotivasi
Memotivasi siswa dengan dihubungkan dalam kehidupan sehari-hari dalam ruang keberagaman budaya, suku, agama, ras dan jenis kelamin
5
-
-
2.
Kegiatan Inti
1.        Guru menyampaikan cakupan materi.
2.        Guru mengajar dengan model discovery learning.
3.        Siswa dikelompokkan (5-8 0rang).
4.        Siswa mengamati video yang ditayangkan guru terkait dengan keberagaman di Indonesia.
5.        Siswa secara diberi pertanyaan terkait :
·           Makna dari video tersebut.
·           Menjelaskan arti penting bersikap toleransi dalam keberagaman.
·           Memberikan contoh dari sikap toleran dalam keberagaman  
6.        Siswa mendiskusikan pengamatannya.
7.        Setiap kelompok  menghimpun dan mendiskusikan jawaban pertanyaan dari setiap anggota kelompok.
8.        Siswa secara kelompok diberi kesempatan untuk mendiskusikan jawaban dan memberikan jawaban berdasarkan pemahamannya.
9.        Setiap perwakilan anggota kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok masing-masing. Kelompok pertama yang berani maju akan mendapatkan hadiah.
10
Ceramah




Analisis













Diskusi
Power Point
Video






3.
Penutup
1.        Guru mengevaluasi dan menyimpulkan hasil belajar tentang materi pembelajaran yang telah dilaksanakan.
2.        Guru Menanyakan pada siswa apakah sudah memahami materi yang telah dipelajari.
3.        Guru memberi tindak lanjut pembelajaran berupa soal.
4.        Mengajak siswa untuk mengakhiri pembelajaran dengan berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.




2.    Penilaian dan hasil pembelajaran
A.  Penilaian Afektif
Penilaian Afektif
Indikator
Menghargai
Kemampuan untuk menghargai dan menghormati apa yang dilakukan orang lain, mampu menjaga sikap dan emosi ketika ada teman yang memiliki pendapat berbeda
Tanggung jawab
Biasa menyelesaikan tugas-tugas tepat waktu, menghindari sikap ingkar janji, dan biasa mengerjakan tugas sampai selesai
Simpati/empati
Menunjukkan kepekaan pada kebutuhan dan perasaan orang lain, membaca isyarat nonverbal orang lain dengan tepat dan bereaksi dengan tepat, menunjukkan pengertian atas perasaan orang lain, berperilaku menunjukkan kepedulian ketika seseorang diperlakukan tidak adil, menunjukkan kemampuan untuk memahami sudut pandang orang lain, mampu mengidentifikasi secara verbal perasaan orang lain
Toleransi
Tanpa pilih kasih dalam bergaul (tidak membeda-bedakan), dan tidak mendiskriminasi teman/kelompok yang lemah.


Lembar Penilaian Afektif
No.
Nama
Perilaku Berkarakter
Ket.
Menghargai
Bertanggung Jawab
Simpati/ Empati
Toleransi
1
2






3






4






5







Kriteria Penilaian :
A = sangat baik/sangat memuaskan (90)
B = baik/memuaskan (80)
C = menunjukkan kemajuan (70)
D = memerlukan perbaikan (60)

B.  Penilaian Kognitif
Jawablah Pertanyaan Dibawah ini dengan benar!
1.    Jelaskan pengertian toleransi !
2.    Sebutkan macam-macam sikap toleransi dalam keberagaman beserta Contohnya!
3.    Tulislah Bunyi lengkap UUD 1945 Pasal 29 ayat (2) !
4.    Jelaskan alasan kita harus mempunyai sikap toleransi!

Kunci jawaban :
1.    Sikap toleran atau toleransi berarti menahan diri, bersikap sabar, membiarkan orang berpendapat lain, dan berhati lapang terhadap orang-orang yang mempunyai pendapat lain.
2.     
v Perilaku toleran terhadap kehidupan beragama
§  menghormati agama yang diyakini oleh orang lain;
§  tidak memaksakan keyakinan agama kita kepada orang yang berbeda agama;
§  tidak memandang rendah dan tidak menyalahkan agama yang berbeda dan dianut oleh orang lain.
v Perilaku Toleran terhadap Keberagaman Suku dan Ras di Indonesia
Perbedaan kita dengan orang lain tidak berarti bahwa orang lain lebih baik dari kita atau kita lebih baik dari orang lain. Baik dan buruknya penilaian orang lain kepada kita bukan karena warna, rupa, dan bentuk, melainkan karena baik dan buruknya kita dalam berperilaku. Oleh karena itu, sebaiknya kita berperilaku baik kepada semua orang tanpa memandang berbagai perbedaan tersebut.
v Perilaku Toleran terhadap Keberagaman Sosial Budaya
§  mempelajari dan menguasai salah satu seni budaya sesuai dengan minat dan kesenangannya;
§  merasa bangga terhadap budaya bangsa sendiri; dan
§  menyaring budaya asing yang masuk ke dalam bangsa Indonesia.
v Kesadaran Gender
     Di sekolah, laki-laki atau perempuan sama-sama dapat menjadi guru. Dalam masyarakat, baik laki-laki maupun perempuan dapat mengambil peran yang berguna bagi sesama manusia lainnya.
3.    Bunyi lengkap Pasal 29 ayat (2) adalah “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu”.
4.    Karena dengan adanya sikap toleransi, perbedaan umat (ras,suku,agama,warna kulit) dalam negara menjadi suatu yang perlu dikembangkan dimana seseorang saling mengahargai atau menghormati antara yang satu dengan yang lainnya demi mencapai kerukunan hidup dalam masyarakat

Lembar penilaian kognitif
No.
Nama
Penilaian lembar soal
Jumlah
Soal 1
Soal 2
Soal 3
Soal 4
1
2






3






4






5







Kriteria penilaian :
1 soal bernilai 25
Jumlah nilai x 100
                               = nilai akhir
Jumlah total nilai


C.  Lembar penilaian psikomotorik

No.
Nama
Aspek pengamatan
Ket.
Kerjasama
Keaktifan
Antusias
Komunikasi
1
2






3






4






5







Kriteria Penilaian :
A = sangat baik/sangat memuaskan (90)
B = baik/memuaskan (80)
C = menunjukkan kemajuan (70)
D = memerlukan perbaikan (60)

Dosen Pengampu                         Dosen Pengampu                       Mahasiswa Praktikan



Kurnisar, S.Pd., M.H.            Puspa Dianti,S.Pd., M.Pd.                   Riska Rahmasari
197603052002121011                1604106004890005                       06051181621003




Tidak ada komentar:

Posting Komentar