BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Pengertian daya tarik sering terlalu sempit, sekali lagi, terbatas pada
daya tarik fisik. Padahal daya tarik fisik hanya merupakan salah satu bagian
daya tarik. Namun ada baiknya bila hal ini dijadikan contoh untuk mengembangkan
pemahaman tentang daya tarik. Seseorang yang menarik wajahnya biasanya akan
diberi penilaian yang baik. Orang yang memnberi penilaian baik ini berarti
mempunyai sikap yang positif. Oleh karena itu ketertarikan didefinisikan
sebagai sikap positif terhadap orang lain.
Dalam kehidupan manusia di dunia tentunya setiap individu tidak akan pernah
terlepas dengan orang lain atau berinteraksi dalam memenuhi kebutuhannya.
Sejalan dengan interaksi manusia dalam kehidupannya kerap kali muncul suatu
hubungan di antara individu, hubungan itu berawal dari sebuah interaksi antar
individu yang semakin lama sehingga menimbulkan sebuah perasaan ketertarikan
antar individu, berawal dari ketertarikan itu manusia akan menjalani hubungan
yang jauh yang berupa persahabatan, setelah masa persahabatan berjalan baik
dalam waktu yang lama atau pendek terkadang akan menimbulkan perasaan yang
lebih mendalam di antara individu, perasaan itulah yang di sebut dengan
intimasi.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa itu Ketertarikan?
2.
Apa saja Teori-Teori Ketertarikan ?
3.
Bagaimana
maksud dari Persahabatan?
4.
Apakah yang dimaksud Tertarik dan cinta?
C.
Tujuan
1.
Menjelaskan
pengertian ketertarikan.
2.
Menjelaskan
teori-teori ketertarikan.
3.
Menjelaskan
tentang persahabatan.
4.
Menjeaskan
maksud dari tertarik dan cinta.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Ketertarikan
Ketertarikan adalah sebuah fenomena yang alami yang di alami oleh setiap
orang di dalam kehidupannya, terkadang ketertarikan itu berawal dari sebuah
proses interaksi antara satu individu dengan individu lainya, di dalam proses
itu individu menemukan sesuatu yang menjadi faktor ketertarikan dalam menjalani
hubungan itu. Cara-cara
seseorang menjadi menarik bagi orang lain dapat pula digolongkan berdasarkan
ciri-ciri yang dilihatnya pada orang lain itu. Pada hakekatnya, hal yang sama
dapat dikatakan tentang daya tarik benda-benda non-manusiawi, tetapi beberapa
ciri orang-orang adalah unik bagi manusia: oleh karena itu dapat diharapkan
bahwa beberapa dari sumber-sumber keuntungan/hadiah yang disajikan oleh manusia
adalah unik bagi mereka. Bila tingkah laku orang lain terhadap diri sendiri
ditafsirkan oleh oleh seseorang sebagai positif terhadap dirinya, maka ia akan
merasa memperoleh keuntunagan dan cenderung untuk membalas ketertarikan orang
lain itu terhadap dirinya.
Dalam
definisi Law of Attraction atau Hukum Ketertarikan didefinisikan sebagai
berikut: “Segala sesuatu yang saya pikirkan, dengan segenap perhatian, energi,
dan konsentrasi pikiran, baik hal yang positif maupun negatif, akan datang ke
dalam kehidupan saya”.
Secara garis besar fakto-faktor yang mempengaruhi ketertarikan ada 4
yaitu: Karakteristik aktor, Faktor penilaian, Variabel-variabel interpersonal dan Faktor kondisi yang ada atau yang
menyertai.
1. Karakteristik Aktor
Pengertian karakteristik aktor adalah orang yang menjadi obyek penilaian.
Beberapa karakteristik yang biasanya menimbulkan penilaian positif bagi pihak
lain di jelaskan dibawah ini.
a. Daya
tarik fisik
Bentuk-bentuk tubuh yang seksi, atletis atau wajah yang cantik
dan bagi orang yang menilai. Sebaliknya, tampang yang seram bahkan ada
yang mengatakan tampang kriminal bisa menimbulkan kebencian kepada orang lain.
Karena penilaian positif akan memberi dampak lebih lanjut, maka untuk menarik orang
lain mendekat, berkenalan dan sebagainya, sering juga digunakan kecantikan dan
ketampanan ini. Tempat-tempat pelayanan umum yang mencari keuntungan seperti
toko, pada umumnya menggunakan konsep ini. Dapat kita bayangkan, misalnya,
sebuah toko yang memeperkerjakan orang-orang yang berwajah seram, maka
pengunjungnya akan sedikit sekali.
b. Kompetensi
Kompetensi seperti kecerdasan, kemampuan, skill yang tinggi, prestasi dan
seterusnya merupakan kualitas tersendiri yang tidak semua orang memilikinya
dalam tahap yang memuaskan. Kondisi-kondisi seperti ini cenderung untuuk
dikejar. Berhubung dengan orang-orang yang mempuyai kemampuan tertentu memberi
kepuasan tersendiri.
Ada
sedikit perbedaan antara pria dan wanita dalam hal menilai kompetensi dan daya
tarik fisik sebagai dasar mencari pasangan. Bagi wanita, daya tarik fisik
pasangan sedikit kurang penting dibanding pria, tetapi kompetensi menjadi lebih
penting dalam mencari pasangan bagi wanita dibanding bagi pria. Dalam hal ini
tampaknya ada perasaan takut tersaingi bila pria mencari pasangan yang sedrajat
atau lebih tinggi dalam kompetensi dibanding dirinya. Namun, dengan semakin
majunya dunia pada umumnya mempengaruhi penilaian tentang hal ini.
c. Karakteristik menyenangkan
Apabila orang yang cantik atau tampan dinilai menyenangkan, maka orang yang
mengerjakan sesuatu yang menyenangkan juga memiliki daya tarik tersendiri. Orang yang
lucu, ramah, santun, penolong, sabar, dan memiliki berbagai karakter
menyenangkan lain terbukti memiliki lebih banyak teman atau mendapat lebih
banyak simpati. Sebaliknya, orang pada umumnya kurang suka berteman dengan
orang yang kasar, kurangajar, urakan, dan berbagai sifat negatif lainnya.
Karakter menyenangkan ini tidak hanya berlaku bagi orang dewasa, tetapi
juga mulai terlihat pengaruhnya sejak usia anak-anak. Anak kecil yang manis dan
lucu lebih sering diperlakukan secara positif seperti digendong, dicium,
dibelai dari pada anak kecil yang biasa-biasa saja.
2. Faktor
penilai
Setiap
individu memiliki kriteria tertentu, terutama yang bersifat subyektif, dalam
memberi penilaian pada orang lain. Latar belakang sosial, ekonomi, budaya,
maupun yang bersifat pribadi ikut berpengaruh dalam menilai. Dalam kaitan ini
pembahasan akan lebih menitikberatkan pada faktor yang ada dalam
diri penilai itu sendiri.
Dari
berbagai faktor dalam diri penilai, diperkirakan bahwa kondisi afektif
merupakan faktor yang besar peranannya dalam menilai. Seperti diketahui secara
umum bahwa suasana hati yang baik akan ditunjukkan pula dalam memberi
penilaian. Dan sebaliknya. pengalaman juga merupakakn faktor yang tidak bisa
diabaikan begitu saja dalam memberi penilaian daya tarik. Seseorang yang pernah
patah hati dan trauma dengan hal itu kemungkinan besar akan memberi penilaian
yang rendah.
3. Variabel-variabel
interpersonal
Seperti disinggung dibagian terdahulu bahwa ketertarikan bisa muncul diawal
hubungan maupun pada saat sudah terjalinnya hubungan. Ketertarikan yang muncul
pada awal hubungan biasanya dipengaruhi oleh faktor-faktor yang lahiriyah
sifatnya. Sedangkan ketertarikan yang terjadi ketika hubungan itu sudah terjadi
pada umumnya lebih banyak disebabkan pleh faktor-faktor psikologis.
a. Kesamaan
Penelitian-penelitian
terakhir mensinyalir bahwa banyak pasangan suami-istri yang ternyata mempunyai
kemiripan wajah. Terlepas dari seberapa tepat hasil penelitian tersebut,
ternyata memang ada kecenderungan bahwa seseorang akan memilih pasangan yang mempunyai
level daya tarik fisik yang relatif sama dengan dirinya. Untuk menjalin
hubungan sosial yang lebih intens masalah seperti ini sering
diantisipasi oleh pihak yang bersangkutan sedini mungkin. Terlihat pada saat
awal orang berkenalan ada usaha untuk saling menjajagi pandangan lawan
bicaranya. Orientasi semacam ini bisa jadi sangat penting dalam rangka menjaga
perasaan partner.
b. Komplemen
Ada sebagian orang yang mencari pasangan yang berbeda dengan dirinya agar
saling melengkapi dalam kehidupan mereka kelak. Keinginan seperti
ini akan bisa terwujud untuk masalah-masalah yang tidak esensial. Dengan kata
lain masih diperlukan kesamaan-kesamaan untuk berbagai hal mendasar, sedangkan
untuk hal-hal yang perifer terkadang justru diperlukan untuk melihat variasi.
Biasanya orang-orang yang berpandangan luas lebih bisa menerima perbedaan
seperti ini, tetapi untuk mereka yang berpandangan sempit masalah ini bisa
menjadi sumber perpecahan.
c. Sama-sama suka
Orang akan menyukai atau tertarik pada yang lain bila ada hubungan timbal
balik. Dengan demikian apabila tidak ada respon dari partener, maka akan sulit
untuk menjalin hubungan lebih lanjut. Saling menyukai merupakan hal yang tidak
bisa diabaikan dalam proses ketertarikan. Hubungan yang seimbang terjadi bila
kedua orang tersebut saling menyukai satu dengan yang lain dan pandangan mereka
pada pihak ketiga sama.
4. Faktor Situasi
Situasi yang
di yang dimaksud dalam pembicara ini bisa situasi sesaat atau temporer, bisa
juga situasi yang berlangsung lama. Situasi yang temporer, seperti disinggung
terdahulu, berpengaruh sebab seperti pada proses psikologis umumnya, psikis
manusia sulit untuk bekerja sekaligus untuk berbagai aspek. Sebagai contoh,
otak tidak mungkin memikirkan sekaligus dua hal yang bersamaan. Dua hal bisa
dikerjakan secara hampir bersamaan dengan selisih waktu yang relatif singkat, tetapi untuk berlangsung
secara serempak adalah sulit.
Dalam
kaitan dengan masalah ketertarikan, analogi serupa dapat digunakan dalam hal
ini. Contohnya, orang yang sangat sibuk akan sedikit sekali memberi perhatian
pada wanita yang lewat di depannya. Pada saat yang lain, orang yang sibuk ini
membutuhkan sedikit jeda untuk mengurangi ketegangannya dengan cara memandang
wanita yang lewat di depannya. Inilah arti penting dari faktor situasional
terutama yang temporer.
B. Teori-teori Ketertarikan
1.
Teori Cognitive
Teori
cognitive menekankan proses berfikir sebagai dasar yang menentukan tingkah
laku. Tingkah laku sosial di pandang sebagai suatu hasil atau akibat dari
proses akal. Pendekatan cognitive di kemukakan oleh ahli psikologi sosial yang
bernama Newcomb di sebutnya sebagai Teori Balance, yaitu suatu kecenderungan
untuk mengkonsepsi orang lain, dirinya, dan barang-barang lain di sekitarnya
dengan cara yang harmonis, balance atau syimetrs.
Hubungan
yang pasti adalah lebih memuaskan dari pada yang lain. Jika seseorang menyukai
lainya dan jika keduanya saling menyukai dapatlah dikatakan bahwa hubungan itu
mencerminkan adanya hubungan yang balanced atau seimbang. Hubungan antar
pribadi yang baik di tandainya oleh adanya persetujuan dasar dan kesamaan
pandangan tempat atau benda.
Dengan kata
lain ketertarikan kepada orang lain mungkin secara sederhana apakah anda dan
dia setuju untuk suka atau tidak suka. Sebalikanya, hubungan yang paling tidak
memuaskan kata Newcomb adalah kurangnyaa keseimbangan antara persetujuan dan
tidak. Bila ketidakseimbangan terjadi, seseorang akan berusaha menuju
kondisi seimbang dengan mencoba merubah keyakinkan orang lain untuk berubah
atau keseimbangan dapat di peroleh dengan berubahnya akal pikiran seseoarang.
Akhirnya situasi tidak seimbang itu dapat terpecahkan secara sederhana.
2.
Teori Reinforcement (Penguatan)
Dasar Teori Ini Cukup Sederhana, Yaitu Bahwa Orang Ditarik Oleh Hadiah Dan
Ditolak Oleh Hukuman. Semua Ketertarikan Antar Pribadi Diterangkan Dalam Hal
Belajar Di Mana Untuk Berhubungan Secara Positif Dengan Hadiah, Dan Untuk
Berhubungan Secara Negatif Dengan Perangsang
Hukuman. Kita Kemudian Akan Lebih Suka Menjadi Tertarik Kepada Orang-Orang Yang
Menghadiahi Atau Menghargai Kita Daripada Orang-Orang Yang Menghukum Kita
Dengan Kritikan Atau Menghina Kita.
3.
Teori Interactionist
Ide Tentang Teori Ini Bukan Di Kembangkan Dari Penelitian Ketertarikan
Laboratorium Di Mana Subyek Merespon Orang Yang Belum Mereka Kenal, Tetapi
Dalam Situasi Alamiah Di Mana Suatu Keputusan Selalu Di Hubungkan Kepada
Situasi Sosial Di Mana Seseorang Menemukan Dirinya.
Levinger Dan Snoek Menekankan
Di Dalam Penelitiannya Bahwa Faktor Terpenting Di Dalam Suatu Hubungan Berbeda
Dari Waktu Ke Waktu, Di Ketahui Bahwa Seorang Suami Tertarik Kepada Istrinya
Mula-Mula Karena Sifat Penurutnya, Akhirnya Di Ketahui Bahwa Sifat Ini Tidak
Cukup Menopang Perkawinanya, Suami Ini Mungkin Menemukan Ciari Ciri Lainnya
Yang Ada Pada Istrinya Yang Menjadikan Ia Terus Menerus Tertarik. Teori
Interactionist Lebih Menitik Beratkan Pada Ketertarikan Antar Pribadi Sebagai
Suatu Konsep.
C. Persahabatan
Persahabatan Merupakan Konsep Sosial Yang Murni. Persahabatan Menuntut
Adanya Pemeliharaan Interaksinya, Kecenderungan Adanya Persahabatan Adalah
Karena Adanya Persamaan, Persamaan Ini Dapat Berupa Persamaan Kesenangan Atau
Hobby,Berfikir,Keinginan Atau Cita-Cita, Nasib Dan Sebagainya.
Seorang Ahli Psikologi Sosial Zuzanne Kurth Membedakan Persahabatan Dan
Hubungan Ketemanan, Sebagai Berikut: Persahabatan Adalah Suatu Hubungan Antar
Pribadi Yang Akrab Atau Intim Yang Melibatkan Setiap Individu Menjadi Suatu
Kesatuan, Sedangkan Hubungan Ketemanan Adalah Merupakan Hasil Dari Suatu
Hubungan Formal Dan Suatu Tingkat Permulaan Di Dalam Perkembangan Suatu
Persahabatan. Hubungan Ketemanan Dapat Berkembang Ke Persahabatan, Berteman
Dengan Seseorang Biasanya Merupakan Tingkat Permulaan Dari Kukuhnya Suatu
Persahabatan.
Ciri-Ciri
Persahabatan :
1. Mereka
Menghargai Satu Sama Lain Lebih Pada Sebagai Orang Itu Sendiri Dari Pada
Keuntungan-Keuntungan Yang Diperoleh Dari Persahabatan Itu.
2. Persahabatan
Sebagai Suatu Hubungan Antar Pribadi Lebih Menekankan Pada Kualitas Yang
Objektif Satu Sama Lain.
3. Saling
Bertukar Barang Tidak Di Dasarkan Pada Keuntungan Ekonomi Tetapi Pada Kesukaan
Harapan Diantara Mereka.
4. Bersahabat
Karena Keunikannya Yang Tidak Bisa Di Gantikan Dengan Orang Lain.
D. Tertarik Dan Cinta
1. Tertarik
Orang Yang
Saling Bertemu Memiliki Kecenderungan Untuk Tertarik Berhubungan Langsung Dapat
Berupa Berhadap-Hadapan Secara Fisik, Misal Teman Sekerja, Teman Sekolah, Dll.
Berhubungan Langsung Tidak Dengan Secara Fisik Misalnya Melalui Telefon, Surat
Dan Lain-Lain.
2. Cinta
Merupakan
Salah Satu Bentuk Terpenting Dari Ketertarikan Antar Pribadi, Pada Umumnya
Cinta Melibatkan Dua Orang Berbeda Jenis Kelamin, Dan Merupakan Suatu
Perwujudan Ketertarikan Antar Pribadi Pria Dan Wanita.
Cinta Pada
Dasarnya Terdiri Dari Empat Elemen Utama:
· Pengertian
· Kepercayaan
· Kerjasama
· Pernyataan
Kasih Sayang
Keempat
Elemen Ini Harus Di Miliki Oleh Kedua Pihak, Bukan Satu Pihak Saja.
1)
Pengertian:
Saling Pengertian Mempunyai Arti Yang Cukup Luas Yaitu Mengerti Kepada Hal
Hal Yang Di Senangi Maupun Yang Tidak Di Senangi Pasanganya. Pengertian Di Sini
Kadang Adang Menuntut Pengorbanan. Orang Menekankan Keinginannya Sendiri Demi
Pengertiannya Atas Pasangannya.
2)
Kepercayaan:
Saling Percaya Merupakan Salah Satu Elemen Perwujudan Cinta. Kedua Belah
Pihak Harus Selalu Menjaga Agar Apa Apa Di Lakukan Maupun Di Katakana
Menimbulkan Kepercayaan Pada Pasangannya. Untuk Dapat Dipercaya Orang Harus
Menunjukan Dalam Bentuk Kata Kata Dan Perbuatan. Jadi Kepercayaan Ini Tidak
Berarti Bahwa Karena Mereka Saling Cinta, Mereka Harus Saling Percaya, Tanpa
Mau Berusaha Agar Apa Apa Yang Di Lakukan Menimbulkan Kepercayaan, Dengan Kata
Lain Cinta Menuntut Masing Masing Pihak Dalam Hal Kata Dan Perbuatan Dapat Di
Percaya.
3)
Kerjasama:
Mengandung Arti Bahwa Hasil Itu Akan Menjadi Lebih Baik Bila Keduanya
Saling Kerjasama Bila Di Bandingkan Jika Mereka Bekerja Sendiri Sendiri. Mereka
Di Katakana Saling Mencintai Bila Keduanya Memiliki Kesediaan Untuk Saling
Kerjasama.
4)
Pernyataan Kasih Sayang:
Ini Menyempurnakan Ke 3 Elemen Yang Terdahulu. Pernyataan Kasih Sayang Ini
Dapat Berupa :
a) Kata Kata Misalnya: Sayangku, Cintaku, Manisku Dan Sebagainya.
b) Perbuatan Misalnya: Menepuk Bahu, Menggandeng, Mencium, Memeluk Dan
Sebagainya.
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Pada pembahasan makalah di atas tentang Ketertarikan
Antar Manusia, dapat disimpulkan bahwa Ketertarikan Antar Manusia memiliki
beberapa faktor yang mempengaruhinya. Yang pertama faktor Karakteristik aktor meliputi
daya tarik fisik, kompetensi dan karakteristik yang menyenagkan. Yang kedua
yaitu Faktor penilaian yang bersifat subyektif, dalam memberi penilaian pada orang lain dengan latar
belakang sosial, ekonomi, budaya, maupun yang bersifat pribadi. Yang ketiga faktor variabel-variabel interpersonal merupakan ketertarikanyang bisa muncul
diawal hubungan maupun pada saat sudah terjalinnya hubungan secara psikologis meliputi
kesamaan, komplemen dan suka sama suka. Dan yang terakhir Faktor kondisi yang ada atau yang menyertai atau disebut faktor situasi
yang sementara atau yang berlangsung lama. Didalam ketertarikan antar manusia
juga didukung beberapi teori ketertarikan, seperti teori cognitiv,
teori Reinforcement dan teori interactionist. Selain itu ketertarikan dalam
persahabatan dan cinta juga termasuk di dalam ketertarikan antar manusia.
B.
SARAN
Menyadari
bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna, kedepannya penulis akan lebih
fokus dan details dalam menjelaskan tentang makalah di atas dengan sumber -
sumber yang lebih banyak yang tentunga dapat di pertanggung jawabkan.
Untuk
saran bisa berisi kritik atau saran terhadap penulisan juga bisa untuk
menanggapi terhadap kesimpulan dari bahasan makalah yang telah di jelaskan.
Untuk bagian terakhir dari makalah adalah daftar pustaka. Pada kesempatan lain
akan saya jelaskan tentang daftar pustaka makalah.
DAFTAR PUSTAKA
· M.
Newcomb, Theodore, dkk, Psikologi Sosial, Bandung: CV.
Diponegoro, 1981.
· J.
Losier, Michael, Law of Attraction; mengungkap rahasia kehidupan,
Jakarta: Cahaya Intan Suci, 2007.
· Faturochman, Pengantar
Psikologi Sosial, Yogyakarta: Pustaka, 2006.
· Ahmadi, Abu, Psikologi
Sosial, Jakarta: Rienika Cipta, 1999.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar